DETAIL BERITA

Sukses Bagi Pejabat Baru

Sukses Bagi Pejabat Baru

Oleh: Kepala Bagian Organisasi dan Tatalaksana.

 Lahirnya Peraturan Mahkamah Agung No. 7 Tahun 2015 yang mengatur tentang Struktur Organisasi di Mahkamah Agung yang ditindak lanjuti dengan surat sekretaris Mahkamah Agung No.527-1/SEK/KU/.01/12/15 yang ditujukan kepada ketua pengadilan tingkat banding di Indonesia, untuk segera melantik pejabat baru dibawah eselon 2, dan pada bulan desember 2015, masing-masing pengadilan telah melantik para pejabat baru, pada bulan  ini adalah masa bahagia bagi rekan-rekan pejabat yang baru dilantik baik mutasi atau promosi jabatan, di satuan kerja eselon 1, Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri, selamat melaksanakan tugas dalam jabatan baru, semoga sukses memajukan Peradilan untuk menuju terselenggaranya Visi dan Misi Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum bapak H.Herri Swantoro, SH.,MH. tanggal 01 Februari 2016 telah melantik  delapan orang pejabat eselon 4 yang bertugas pada lima unit eselon 2, Firdaus,SH, Kepala Seksi Administrasi Berkas Perkara PK; Aris,SH.,MH. Kepala Seksi Penelaahan PK Perdata; Mugenih, SH. Kepala Seksi Penelaahan Berkas Perkara Kasasi Perdata; Novita Aprilianti Rosa Bita, SH., MH. Kepala Seksi administrasi Perkara Perdata masing-masing pada Diroktorat Pranata dan Tatalaksana Perkara Perdata; Deasi Ariani, SE, Kepala Seksi Penelaahan Berkas Perkara Tahanan Dit. Pranata dan Tatalaksana Perkara Pidana; Saenal Akbar,SH.,MH. Hakim dipekerjakan untuk tugas peradilan (Yustisial) pada Ditjen. Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung – RI sebagai Kepala Seksi Pelayanan Peradilan Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Umum; Drs. A. Tidar Free Irianto, Kepala Subbag Mutasi; Rudi Pramudianto, SE. Kepala Subbag Perlengkapan, masing-masing pada sekeretariat Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum.

Para pejabat yang dilantik ada yang mutasi jabatan dan ada yang baru diangkat sebagai pejabat baru menggantikan pejabat pensiun dan pejabat yang dilantik dalam jabatan eselon yang lebih tinggi, bagi  beliau-beliau yang diberi amanah dari pimpinan, semoga dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, kemudian memberi kontribusi positif dalam pergerakan mewujutkan keberhasilan menjalankan tugas fungsi kinerja di unit masing-masing.

Pengisi jabatan yang lowong akibat mutasi atau sebagai pengganti pejabat pensiun,  tinggal melanjutkan pekerjaan pejabat yang terdahulu dengan memperbaiki atau meningkatkan jika masih kurang baik dalam melaksanakan fungsinya, dalam jabatan baru walaupun telah ditetapkan tugas pokok dan fungsi jabatan, masih diperlukan banyak pemikiran dalam upaya melaksanakan  operasional kegiatan yang dijadikan dasar pijakan bekerja berupa uraian tugas, standar operasinal prosedur, juklak maupun juknis meliputi arus kerja yang disesuaikan dengan keperluan berkinerja dan bahkan bisa saja masih diperlukan inovasi menetapkan apa yang akan dikerjakan dan batasan yang tidak boleh dikerjakan karena sudah termasuk area bidang tupoksi jabatan lainnya.

Area kegiatan tupoksi memang harus merupakan perhatian menjalankan kegiatan dalam organisasi, apabila wilayah ini kurang tegas yang terjadi adalah tumpang tindihnya kegiatan pekerjaan, jika ini terjadi akan menimbulkan pencapaian tujuan berkinerja terhambat, oleh karena itu perlu segera pemecahan persoalan yang memerlukan keterlibatan semua pihak yang kompeten untuk menata kemungkinan teraselenggaranya suatu kegiatan tupoksi yang berdasarkan koridor aturan yang benar, hambatan dapat diminimalisir dengan kehadiran pihak lain  untuk mempertegas pemisah pekerjaan jabatan yang antara satu jabatan dengan jabatan lainnya.

Permasalahan tupoksi antara dua jabatan atau lebih biasanya tidak bisa diselesaikan oleh pejabat baru atau antara pejabat yang saling bersinggungan dalam kegiatan tupoksinya, sulit menemukan kompromi penyelesaian karena mempunyai argumentasi serta kepentingan yang berbeda sehingga diperlukan keberadaan pihak penengah atau pimpinan yang berperan menilai keberadaan tugas jabatan,  berperan memisahkan dua kepentingan atau lebih yang saling  berkaitan, sedang dalam jabatan yang dipisah dari satu jabatan menjadi  dua jabatan tentu tidak terlalu sulit, misal pemisahan jabatan antara sekeretaris dengan kepaniteraan di pengadilan, tugas dan fungsi telah  diselenggarakan sebelumnya, memisahkan dua fungsi yang berbeda mudah namun bisa saja menjadi sulit jika pejabat lama sebagai pemegang tugas panitera dan sekretaris  tidak menyerahkan tugas kesekretariatan kepada pejabata baru, apalagi jika panitera yang baru dilantik mantan panitera/sekretaris dan berasal dari pengadilan yang sama, bisa saja sadar atau tidak kegiatan kesekretariatan yang dilaksanakan masih terus dilanjutkan, dengan mengukuhkan suatu anggapan kegiatan kesekretariatan masih  merupakan bagian tidak terpisahkan dari tugas pekerjaan kepaniteraan.

Memahami posisi yang ditempati adalah posisi penting, semua jabatan itu diadakan dengan analisa urgensi betapa diperlukannya satu jabatan diadakan dan kemudian diangkat seorang pejabat, sudah semestinya berdasarkan kajian yang konferhensif, betapa pentingnya fungsi sekretariat dan kepaniteraan dipisah, telah mempertimbangkan kelayakan dan keberadaan jabatan sehingga ditetapkan struktur organisasi mendukung kegiatan berkinerja, kemudian menetapkan layak tidaknya seseorang menduduki suatu jabatan memberi kontribusi dalam penyelesaian tugas fungsi organisasi.

Jabatan baru bukan hanya sekedar tantangan baru, akan tetapi ada banyak persoalan baru yang dihadapi, kemudian harus menemukan solusi serta mempunyai kemampuan menyelesaikan permasalahan, bahkan seorang pejabat baru dituntut untuk sigap dalam bersikap menghadapi tantangan pemasalahan apapun dalam jabatan yang  belum pernah ditemukan.

Tantangan merupakan kegiatan yang semestinya diselesaikan pejabat dalam masa diberikan amanah sebagai pejabat,masa akan terus beranjak berlalu, sekarang pejabat baru besok atau lusa jabatan akan berlalu, disaat bahagia berada  pada posisi  pejabat dalam jabatan yang diduduki, berbahagialah dengan upaya keras memanfaatkan kesempatan dengan aktifitas yang bernilai guna untuk kebaiakan dan perbaikan dilingkungan bekerja, sebagai tanda syukur pegawai yang telah dipercaya menduduki posisi jabatan, dan kesungguhan dengan langkah cepat mewujutkan keberhasilan bekerja, ayo kerja mewujutkan visi misi lembaga yang kita cintai.

Lembaga tinggi Negara sebagai tempat kita berkarya, berkontribusi dalam kreatifitas dengan pengabdian, serta kita perlu mengingat bahwa; kita telah diberikan kesempatan untuk mengisi pengabdian dengan berkarya dilembaga terhormat peradilan, dengan  penghasilan yang sangat layak, sudah sepantasnya kwalitas bekerja ditingkatkan, dan  menghidupkan instropeksi diri yaitu; sudahkah sebanding hasil kerja yang dilakukan dengan penghasilan yang diperoleh, sikap ini diharapkan  menghadirkan perilaku malu tidak bekerja optimal kemudian menumbuhkan rasa syukur atas penghasilan yang diterima.

Dengan bersyukur menumbuhkan sikap perilaku, menjaga diri dari sikap tercela atau melanggar aturan, menjadi panutan dari berbagai segi keteladanan berupa disiplin kerja bukan hanya disiplin jam kerja, inofatif dalam bekerja , insfiratif bukan hanya menungu teladan akan tetapi berupaya untuk menjadi teladan, memberi solusi bukan hanya bertanya, berbuat bukan hanya berucap, sehingga dalam bekerja perlu kesiapan mental berupa jujur, amanah, terpercaya, adil, sikap yang dapat ditiru, jika masih kurang disiplin atau masih terlintas dalam pikir mencontoh perilaku yang kurang baik dengan, sekarang  saatnya berbuat yang terbaik dan layak menjadi panutan dalam bertingkah laku.

Pegawai kecil yang lalu kini telah menjadi pimpinan bahkan ada yang telah menduduki jabatan tinggi serta membanggakan bagi semua yang menyaksikan, decak kagum tak hentinya terucap bagi orang yang memandangnya, apalagi melihat penghsilan dan fasilitasnya meningkat, pepatah mengatakan masa kejayaan itu pasti berlalu, akhir segalanya ialah  suatu kenangan bahagi atau duka, kenangan bahagia  diperoleh  karena kebaikan dan perbaikan yang dilakukan sewaktu bertugas, sebaliknya duka akan menanti jika keburukan dan kerusakan yang dilakukan sebagai kenangan menyengsarakan.

Dasar sikap perlu direnungkan:”setiap kalian adalah peminpin dan setiap peminpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipinpinnya” (HR Bukhari dan Muslim)

Selamat dan sukses bagi semua pimpinan yang baru dilantik baik disatker pusat maupun di  pengadilan, perkuat tekat dengan komitmen berbuat dan bekerjalah dengan penuh semangat, Semoga Allah mencurahkan rahmat Nya kepada kita semua aparat Peradilan,aamin.

Wassalamu alaikum, 17022016.

Kategori : Artikel
Dibuat Oleh : super admin